Make your own free website on Tripod.com
   
 
 
     
 
 

 

 
 
DOSA-DOSA BESAR DAN AYAT-AYAT ALLOH
 
YANG SUDAH DI LUPAKAN UMAT ISLAM

 

9. Para ulama dan guru agama banyak yang bakal masuk neraka
karena menyembunyikan firman Alloh mengenai keharusan wanita
memakai kerudung kepala dan berbusana muslimah.
Cobala renungkan firman Alloh dibawah ini, yaitu surat Ali Imran ayat 21 dan 22 dibawah ini :
- Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allo dan membunuh
para Nabi tanpa alasan yang benar dan membunuh orang yang menyampai-kan kebenaran, beritahukanlah kepada mereka tentang siksaan Alloh yang amat pedih. Mereka itulah orang-orang yang hapus semua pahala amalnya, tidak mendapat balasan didunia maupun di akhirat dan tidak akan ada yang menolongnya.
Sekarang marilah kita renungkan isi kandungan atau tafsir ayat tersebut di atas yaitu sbb :
1. Siapa yang kafir terhadap ayat Alloh selama ini ?
Yaitu mereka kaum wanita yang rajin bersholat dan berpuasa, tetapi tidak berkerudung kepala dan berpakaian yang dalam, mereka itu adalah kafir kepada ayat Alloh dalam surat An Nur 31dan Al Ahzab 59.
2. Siapa pula yang membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar ?
Nabi Muhammad jasadnya tidak pernah dibunuh orang, dan beliau telah meninggal dengan selamat, Tetapi yang kita bunuh adalah wahyu yang diterimanya yaitu keharusan wanita memakai kerudung kepala dan berbaju panjang.
Siapa pula diantara kita yang membunuh atau menguburkan wahyu yang diterima Nabi Muhammad tersebut, yaitu firman Alloh dan surat An Nur dan Al Ahzab 59 ?
Mereka-mereka itu adalah :
- Para ulama yang masih mengikhlaskan kaum keluarga mereka yang wanita
berdandan dengan rambut terbuka dan berrok pendek.
- Para ulama yang masih mengikhlaskan perkawinan adat dimana pengantin
perempuan didandani dengan rambut terbuka, sedangkan mereka bertindak sebagai penghulu dalam akad nikah perkawinan tersebut atau para ulama yang hadir sebagai tamu, tetapi tidak memberi tegoran kepada pengantin wanita.
- Guru-guru agama disekolah-sekolah yang tidakk pernah menyampaikan pe -
rintah Alloh dalam surat An Nur ayat 31 dan Al Ahzab 59 pada anak didiknya yang wanita.
- Guru-guru sekolah yang memerintahkan pakaian seragam sekolah kepada
anak-anak didiknya yang perempuan dengan berrok pendek dan rambut terbuka.
- Kaum adat yang mempertahankan penampilan pengantin wanita dengan
rambut terbuka.
- Pedagang pakaian wanita yang tidak berrok dengan busana muslimat
Semua mereka tersebut menguburkan atau membunuh firman Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59, wahyu yang sudah jelas diterima Nabi Muhammad, sebagai satu tafsir dari membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar.
3. Siapa pula yang membunuh orang yang meyampaikan kebenaran ?
Yaitu semua orang yang telah membaca tulisan ini yang isinya berbentuk him-bauan untuk mengingatkan kaum Islam akan firman Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59, sesuatu kebenaran yang datang dari Alloh yang sudah dilupakan oleh wanita Islam dan laki-laki Islam selama ini, tetapi mereka masih saja tidak mengacuhkan atau mengambil perhatian, tidak menasehati istri, anak gadis mereka dan kaum keluar yang wanita serta wanita Islam lain- nya agar berkerudung dan berbaju yang panjang sebagaimana yang diperintahkan Alloh didalam Al Quran. Mereka semua dimasukkan kedalam golongan orang yang membunuh orang yang menyampaikan kebenaran, sebagai tafsir dari ayat tersebut diatas.
Berpedoman pada firman Alloh didalam surat Ali Imran 21 dan 22 di atas, sungguh banyak umat Islam diakhirat nanti dimuka pengadilan Alloh, yang kekosongan amal ibadahnya, karena telah hapus seluruh pahala sholatnya, puasanya, zakatnya, hajinya, sedekahnya dll, semata-mata karena melupakan atau mengabaikan firman Alloh dalam surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59, tidak saja dari kaum wanita tetapi juga dari golongan laki-laki termasuk para ulama, guru mengaji, kepala keluarga dll.
Mereka semua ini pengisi neraka jahanam, sungguhpun taat bersholat, kekal didalamnya tanpa ada syafaat Nabi Muhammad yang diharap-harapkan oleh umat Islam, sesuai dengan arti tidak akan ada yang menolong dari surat Ali Imron 22 diatas.